Wawancarai Sekretaris Desa, Mahasiswa Sejarah UNTAD Gali Perubahan Sosial Masyarakat Tandaigi

Kantor desa tandaigi kec.siniu kab.parimo

TANDAIGI, PARIGI MOUTONG – Semangat gotong royong dan kebersamaan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Desa Tandaigi, Kec. Siniu, Kab.Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.Kamis/05'11'26. 

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, masyarakat setempat terus mempertahankan nilai-nilai sosial sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan wawancara yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Tadulako (UNTAD), dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Sosiologi dan Antropologi dengan mengangkat tema Masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan wawancara langsung dengan Sekretaris Desa Tandaigi, Lasalemba, yang telah mengabdi kurang lebih 19 tahun dalam pemerintahan desa.

Dalam keterangannya, Lasalemba menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial masih tergolong kuat. Hal itu terlihat dari keterlibatan warga dalam kegiatan gotong royong atau kerja bakti yang dilaksanakan untuk kepentingan bersama.

Kegiatan tersebut meliputi pembersihan rumah ibadah, pemeliharaan tempat penampungan air, serta fasilitas umum lainnya. Menurutnya, pekerjaan yang menyangkut kepentingan masyarakat membutuhkan kerja sama dan keterlibatan banyak warga.

“Alhamdulillah, masyarakat Desa Tandaigi masih tetap melakukan gotong royong. Kegiatan yang sering dilakukan adalah kerja bakti, seperti pembersihan rumah ibadah dan tempat penampungan air,” ungkap Lasalemba.

Selain membahas partisipasi sosial, wawancara tersebut juga menyoroti pemanfaatan internet dan media sosial dalam kehidupan masyarakat. Lasalemba menyampaikan bahwa masyarakat Desa Tandaigi, khususnya kalangan pemuda, cukup antusias terhadap perkembangan teknologi informasi.

Pemerintah desa juga telah menyediakan fasilitas jaringan internet gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat di lingkungan Kantor Desa Tandaigi.

Menurutnya, kehadiran internet telah membawa perubahan terhadap kehidupan masyarakat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Perubahan tersebut terlihat dalam pola komunikasi, interaksi sosial, serta kemudahan masyarakat memperoleh informasi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi memiliki dua sisi, yakni dampak positif dan negatif. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menggunakan internet secara bijaksana.

Ia mengibaratkan perkembangan teknologi seperti pisau yang dapat memberikan manfaat apabila digunakan dengan benar, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian apabila disalahgunakan.

“Perkembangan teknologi ini seperti pisau. Ada dampak positif dan ada juga dampak negatifnya. Tinggal bagaimana kita sebagai masyarakat mampu mengontrol diri dan menggunakan jaringan internet dengan sebaik-baiknya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara sesama,” jelasnya.

Lasalemba berharap masyarakat Desa Tandaigi dapat memanfaatkan kemajuan teknologi secara bertanggung jawab tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong yang telah lama tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan wawancara ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Tadulako memperoleh gambaran langsung mengenai dinamika kehidupan masyarakat desa, khususnya terkait partisipasi sosial, solidaritas, interaksi antarmasyarakat, serta perubahan sosial akibat perkembangan teknologi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan realitas kehidupan masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep sosiologi dan antropologi secara teoritis, tetapi juga mampu melihat dan menganalisis penerapannya secara langsung di tengah masyarakat.

Sumber: Hasil wawancara mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Tadulako, bersama Sekretaris Desa Tandaigi, Lasalemba.

Lokasi: Desa Tandaigi, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

penulis:By

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1